Empat Terdakwa Pengedar Uang Palsu Senilai 12,5 Milyar di Jember Segera Disidangkan

Empat Terdakwa Pengedar Uang Palsu Senilai 12,5 Milyar di Jember Segera Disidangkan - Kejaksaan Negeri Jember telah merampungkan seluruh berkas perkara dari empat tersangka kasus peredaraan uang palsu senilai Rp 12,5 milyar yang berhasil dibongkar aparat kepolisiaan Polres Jember awal Maret 2015 lalu. Tahap selanjutnya, tim jaksa hanya tinggal menunggu pelimpahaan tahap kedua sebelum melimpahkan kasus tersebut ke meja persidangan.

Empat Terdakwa Pengedar Uang Palsu Senilai 12,5 Milyar di Jember Segera Disidangkan

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember, Budi Hartono mengatakan dari pelimpahaan tahap pertama oleh penyidik kepolisiaan, Tim Jaksa menyatakan seluruh berkas perkara dari empat tersangka telah lengkap atau P21. Sehingga, saat ini pihaknya hanya menunggu penyerahaan barang bukti bersama keempat tersangka.

“Untuk dakwaan kita mengacu pada pasal yang diterapkan oleh penyidik, yaitu Undang-Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara,” ujarnya, Senin (27/4/2015).

Sementara itu KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Suyitno mengatakan pelimpahaan tahap kedua yaitu barang bukti bersama keempat tersangka akan dilakukan pekan ini. Sehingga, diharapkan para tersangka kasus peredaraan uang palsu senilai Rp 12,5 milyar tersebut dapat segera disidangkan.

“Kita sudah berkordinasi dengan tim jaksa untuk pelimpahaan tahap dua, seluruhnya akan kita lakukan minggu ini juga agar proses hukum bisa segera dilakukan di Pengadilan negeri jember,” terangnya.

Dalam kasus peredaran uang palsu tersebut, Polres Jember berhasil menangkap empat orang tersangka. Keempat tersangka, masing-masing Abdul Karim, warga Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Aman, warga Kabupaten Musi, Provinsi Sumatera Selatan. Kasmari, warga Kabupaten Kediri, serta satu tersangka lain yang diketahui merupakan oknum pecatan Polri yaitu Agus Sugiyoto, warga Kabupaten Jombang. Keempat tersangka diduga kuat merupakaan jaringan pengedar uang palsu Nasional.

Berita ini diambil dari RRI Portal Berita Radio Berjaringan Nasioanal dan Internasional


Jangan cuma baca tapi komentar juga

Emoticon