Filsafat Pendidikan Progresivisme

Saturday, February 25, 2017 0
Filsafat Pendidikan Progresivisme - Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum sebagai hasil dari buah pemikiran para ahli filsuf yang melahirkan bergagai macam pandangan.Filsafat pendidikan ini diaplikasikan dalam pendidikan untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan secara menyeluruh.


Filsafat Pendidikan Progresivisme

Dalam filsafat pendidikan ini terdapat berbagai mazhab-mazhab seperti
perenialisme, idealisme, realisme, esensialisme, eksistensialisme, pragmatisme, dan lain-lain. Dalam hal ini penulis akan mencoba untuk mengulas mengenai aliran filsafat pendidikan progresivisme.
Dengan adanya ulasan ini diharapkan kita
semua dapat mengetahui lebih jauh lagi mengenai aliran filsafat pendidikan progresivisme.[1] 

Latar Belakang Filsafat Pendidikan Progresivisme

Pendidikan dalam aliran Progressivisme ini muncul adalah sebagai oposisi atas pendidikan model  tradisional di Amerika Serikat, sekitar tahun 1800-an. Kebangkitan ini dipicu oleh adanya anggapan dari masyarakat terutama para pendidik bahwa sekolah gagal untuk menjaga langkah dari zaman dengan perubahan    hidup    yang    terjadi  dalam masyarakat Amerika itu sendiri.
Perkembangan zaman yang ditopang oleh kemajuan ilmu dan teknologi dalam tatanan masyarakat membutuhkan kemajuan dalam pendidikan itu pula.
Untuk menjawab persoalan inilah yang menjadi dasar pemikiran dari pendidikan model filsafat progressivisme ini. Adapun para tokoh pada tahun 1800-an yang memunculkan aliran filsafat pendidikan ini adalah Horace Mann, Francis Parker dan G Stanley Hal. Dan pada thun 1900-an adalah John Dewey dan William H Kilpatrick.
Para pendidik Progressivisme ini mecoba untuk mereformasi metode pendidikan di sekolah dasar.Sebagaimana sekolah tradisional biasanya menekankan pelajaran terhadap subjek tertentu, membaca, menulis, aritmetika, geografi, sejarah dan tata bahasa. Guru mengajar atau mendiktekan pelajaran tersebut kemudian pelajar menuliskannya pada  buku catatan masing-masing. Murid kemudian mempelajari inti pokok dari apa yang ada dalam buku catatan dan  kemudian diperhadapkan kepada teks buku mereka. Guru menjalankan tugasnya sepanjang pelajaran berlangsung kecuali pada saat para murid diperintahkan untuk menghafalkan bahan pelajaran. Dan para murid duduk pada jajaran meja tulis dan mereka tidak boleh berbicara kecuali dengan ijin dari guru.

Pendidikan tradisional saat itu sangatmenekankan:

-     Otoritas penuh dari guru pengajar
-     Menekankan metode instruksi pada bukuteks
-     Pengajaran yang pasif melalui ingatan atas data yangdipelajari
-     Pendidikan terisolasi  dari realitas social,dan
-     Hukuman badan sebagai sebuah bentuk untuk menegakkan displin.
Sistem pendidikan yang ditekankan adalah displin yang kuat dan tegas serta pemberian hukuman diupayakan untuk membangun tata tertib proses belajar mengajar.[2]

 Inti Pemikiran Filsafat Pendidikan Progresivisme

Progressivisme muncul untuk mereformasi metode-metode pendidikan tradisional. Pendidikan Progressivisme adalah sebuah   teori   dengan   sistem  pendidikan yang mementingkan kemerdekaan dan kebebasan anak dari tekanan pengajaran dengan sistem hafalan, pendiktean bahan pelajaran dan otorisasi terhadap buku teks. Para pendidik Progressivisme meyakini bahwa para murid belajar lebih baik apabila mereka dengan sungguh-sungguh sangat perhatian atas apa yang dipelajari, yaitu materi pelajaran yang disukai dan sebaliknya akan terjadi bahwa  mereka tidak akan belajar dengan baik apabila mereka ditekan untuk menghafal dan mengingat berbagai macam fakta-fakta yang dianggap percuma. Anak-anak seharusnya belajar melalui  kontak langsung dengan sesuatu objek pelajaran, tempat dan orang-orang sebagaimana dibaca atau didengarkan oleh mereka.
Progressivisme  ini sekolah seharusnya tidak hanya memiliki satu ruang kelas, melainkan juga harus memiliki ruang kerja, laboratorium ilmu, studio, ruang seni, ruang masak, gedung olah-raga dan perkebunan. Dengan fasilitas ini, para pengajar Progressivisme yakin bahwa dengan prosedural pengadaan fasilitas ini akan secara otomatis membangun fisik, sosial, emosi alamiah mereka sebagaimana adanya. Para anak didik juga memiliki wadah untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikiranmereka.

Progressivisme juga menekankan aktivitas, informalitas dalam kelas. Mereka meyakini bahwa anak-anak akan belajar lebih baik ketika mereka dapat
bergerak dan bekerja dengan cara mereka sendiri. Dalam pelaksanaan proses belajar, anak-anak dituntut mengumpulkan materi- materi dari beberapa sumber, bukan hanya dari satu buku teks yang telah ditentukan saja. Dan penyelesaian problem dilaksanakan secara berkelompok dengan murid-murid yang lain. Bahwa dengan diskusi, drama, musik dan aktivitas seni menjadi prosedur kelas disamping pelajaran dan kegiatan menghafal.
Adapun yang menjadi prinsip- prinsip pendidikan yang dianut oleh aliran ini dapat didaftarkan secara singkat adalah:

-     Anak-anak dibiarkan bebas berkembang secara alami
-     Perhatian, didorong  langsung pada pengalaman, karena ini dianggap sebagai pendorong yang paling baik dalampengajaran.
-     Guru harus menjadi seorang narasumber dan seorang pembimbing dan pengarah dalam aktivitas pembelajaran.
-     Sekolah seharusnya menjadi sebuah laboratorium bagi reformasi pendidikan dan tempat untuk bereksperimen
Progressivisme ini  sangat menekankan bahwa anak harus diajar menjadi seorang yang berdiri sendiri (independen), menjadi seorang pemikir yang percaya diri. Dalam hal ini, anak diarahkan untuk belajar dan mempelajari persoalan-persoalan yang ia anggap paling menarik, yaitu dengan memilih sendiri pokok persoalan yang hendak dipelajari, kemudian menetapkan definisi  bagi dirinya sendiri atas persoalan yang sedang diteliti atau yang sedang dikerjakannya. Selanjutnya ia akan mengekspresikan apa yang ia rasakan dan yang ia yakini. Peran sang guru disini adalah membantu murid untuk belajar dan mendisplinkan anak agar tetap konsekwen atas apa yang telah  ia pilih sebagai persoalan yang paling ia minati.[3]

Implikasi Filsafat Pendidikan Progresivisme

1.      Metode
Progresivisme sebagai teori yang mucul dalam reaksi terhadap pendidikan tradisional yang menekankan metode formal pengajaran, belajar mental dan, suasana klasik peradaban barat. Pada dasarnya teori progresivisme menekankan beberapa prinsip, antara lain;
  • Proses pendidikan berawal dan berakhir pada anak.
  • Subjek didik adalah aktif, bukan pasif. 
  •  Peran guru hanya sebagai fasilitator, pembimbing atau pengarah.
  • Sekolah harus koperatif dan demokratif.
  • Aktifitas  lebih  focus pada pemecahan masalah, bukan untuk pengajaran materi kajian

2.      Kurikulum
Progresivisme memandang kurikulum sebagai pengalaman mendidik, bersifat eksperimental, dan adanya rencana serta susunan yang teratur.
Progresivisme merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar naturalistik, hasil belajar dunia nyata, dan juga pengalaman teman sebaya.
Mnurut teori Dewey tentang sekolah adalah lebih menekankan pada anak didik dan minatnya dari pada mata pelajaran itu sendiri. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas, seperti yang diungkapkan Dewey bahwa pendidikan adalah proses dari kehidupan dan bukan persiapan masa yang akan datang.
3.      Pendidik
Pendidik menurut pandangan filsafat progresivisme adalah sebagai penasihat, pembimbing, pengarah dan bukan sebagai orang pemegang otoritas penuh yang dapat berbuat apa saja (otoriter) terhadap muridnya. Oleh karena itu peran utama pendidik adalah membantu peserta didik atau murid bagaimana mereka harus belajar dengan diri mereka sendiri, sehingga pesrta didik akan berkembang menjadi orang dewasa yang mandiri dalam suatu lingkungannya yangberubah.
Menurut John Dewey, guru harus mengetahui ke arah mana anak akan berkembang, karena anak hidup dalam lingkungan yang senantiasa terjadi proses interaksi dalam sebuah situasi yang silih berganti dan sustainable (berkelanjutan). Prinsip keberlanjutan dalam penerapannya berarti bahwa masa depan harus selalu diperhitungkan di setiap tahapan dalam proses pendidikan. Guru harus mampu menciptakan suasana kondusif di kelas dengan cara membangungun kesadaranbersama setiap individu di kelas  tersebut akan tujuan bersama sesuai dengan tanggungjawab masing-masing dalam konteks pembelajaran di kelas, serta konsisten pada tujuan tersebut.

Teori progresivisme ingin mengatakan bahwa tugas pendidik sebagai pembimbing aktivitas anak didik dan berusaha memberikan kemungkinan lingkungan terbaik untuk belajar. Sebagai pembimbing ia tidak boleh menonjolkan diri, ia harus bersikap demokratis dan memperhatikan hak-hak  alamiah peserta didik secara keseluruhan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologis  dengan keyakinan bahwa memberi motivasi lebih penting dari pada hanya memberi informasi. Pendidik atau guru dan anak didik atau murid bekerja sama dalam mengembangkan program belajar dan dalam aktualisasi potensi anak didik dalam kepemimpinan dan kemampuan lain yangdikehendaki.

Dalam teori ini pendidik harus jeli, telaten, konsisten (istiqamah), luwes, dan  cermat dalam mengamati apa yang menjadi kebutuhan anak didik, menguji dan mengevaluasi kepampuan- kemampuannya dalam tataran praktis dan   realistis.   Hasil   evaluasi menjadiacuan untuk menentukan pola dan strategi pembelajaran ke depan. Guru harusmempunyai kreatifitas dalam mengelola peserta didik, kreatifitas itu akan berkembang dan bervariasi sebanyak variasi peserta didik yang iahadapi.

4.      Peserta Didik
Teori progresivisme menempatkan peserta didik pada posisi sentral dalam melakukan pembelajaran.karena murid mempunyai kecenderungan alamiah untuk belajar dan menemukan sesuatu tentang dunia di sekitarnya dan juga memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu yang harus terpenuhi dalam kehidupannya. Kecenderungan dan kebutuhan tersebut akan memberikan kepada murid suatu minat yang jelas dalam mempelajari berbagai persoalan.
Peserta didik adalah makhluk yang mempunyai kelebihan dibanding dengan makhluk-makhluk lain karena peserta didik mempunyai potensi kecerdasan yang merupakan salah satu kelebihannya.
Oleh karenanya setiap peserta didik mempunyai potensi kemampuan sebagai bekal untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan-permasalahannya.
Pendidik
harus memelihara dan manjamin kebebasan berpikir dan berkreasi kepada para peserta didik, sehingga mereka memilki kemandirian dan aktualisasi diri, namun pendidik tetap berkewajiban mengawasi dan mengontrol mereka guna meluruskan kesalahan yang dihadapi murid khusunya dalam segi metodologi berpikir. Prasyarat yang harus dilakukan oleh peserta didik adalah sikap aktif, dan kreatif, bukan hanya menunggu seorang guru mengisi dan mentransfer ilmunya kepada mereka. Peserta didik tidak boleh ibarat “botol kosong” yang akan berisi ketika diisi oleh penggunanya. Jika demikian yang terjadi maka proses belajar mengajar hanyalah berwujud transfer of  knowledge dari seorang guru kepada murid, dan ini tidak akan mencerdasakan sehingga dapat dibilang tujuan pendidikan gagal.[4]

Kritikan Pandangan Progresivisme

Menurut Uyoh Sadullah terdapat beberapa ritik yang dilontarkan pada pandangan progresivisme, antara lain:
1.       Peserta didik tidak mempelajari warisan sosial, mereka tidak mengetahui apa yang seharusnya diketahui oleh orang terdidik.
2.       Mengabaikan kurikulum yang telah ditentukan, yang menjadi tradisi sekolah.
3.       Mengurangi bimbingan dan pengaruh guru. Peserta didik memilih aktivitas sendiri.
4.       Peserta didik menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, ia menjadi manusia yang tidak memiliki self-discipline, dan tidak mau berkorban demi kepentingan umum.[5]


Kesimpulan

Teori pendidikan yang dibangun dari filsafat progresivisme oleh Jhon Dewey sebagai tokoh utamanya, pada dasarnya mengutamakan lima hal. Pertama,  kurikulum hendaknya disusunberdasarkan pengalaman edukatif, eksperimental, tersusun secara teratur dan tidak dipaksakan mengikuti selera pembuat kurikulum. Kedua, guru harus mempunyai kelebihan dalam bidang ilmu pengetahuan dan menguasai bidang tersebut. Guru dalam mendidik tidak boleh otoriter kepada anak didik, tetapi guru seharusnya mengarahkan bagaimana cara belajar anak dengan baik menjalankan fungsinya sebagai penunjuk jalan. Ketiga anak didik memiliki kesempatan untuk berkembang, aktif dan kreatif, serta mempunyai kebebasan beraktualisasi dalam menentukan langkah mereka.Keempat, lingkungan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam menunjang keberhasilan dalam pendidikan. Kelima, dalam proses pendidikan hendaknya metode lebih dikedepankan dari pada mater

DAFTAR PUSTAKA
Sadullah, Uyoh.Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta, 2010.
Nanuru, Ricardo F. Jurnal UNIERA Volume 2 Nomor 2; ISSN 2086-0404     Agustus 2014.
Ma’ruf, Ahmad. Dosen Program Studi Pendidikan Agama Isam Fakultas Agama           Islam Universitas Yudharta Pasuruan, Jurnal Aliran Pendidikan Dalam         Perspektif Pendidikan Progresivisme Dan Esensialisme.


[1] Uyoh Sadullah, Pengantar Filsafat Pendidikan. (Bandung: CV. Alfabeta, 2010), 96.
[2] Ricardo F. Nanuru, Progresivisme Pendidikan dan Relevansinya di Indonesia.Jurnal UNIERA Volume 2 Nomor 2; ISSN 2086-0404 Agustus 2014, 134 – 135.
[3] Ricardo F. Nanuru, Progresivisme Pendidikan dan Relevansinya di Indonesia. Jurnal UNIERA Volume 2 Nomor 2; ISSN 2086-0404 Agustus 2014, 135 – 136.
[4] Ahmad Ma’ruf, Dosen Program Studi Pendidikan Agama Isam Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan, Jurnal Aliran Pendidikan Dalam Perspektif Pendidikan Progresivisme Dan Esensialisme, 88 – 92.
[5] Uyoh Sadullah, Pengantar Filsafat Pendidikan. (Bandung: CV. Alfabeta, 2010), 150.

Software Bulughul Maram Digital Gratis Lengkap

Saturday, February 25, 2017 0
Software Bulughul Maram Digital Gratis Lengkap - Bulughul Maram atau Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam, disusun oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani (773 H - 852 H).


Software Bulughul Maram Digital Gratis Lengkap

Kitab ini merupakan kitab hadits tematik yang memuat hadits-hadits yang dijadikan sumber pengambilan hukum fikih (istinbath) oleh para ahli fikih. Kitab ini menjadi rujukan utama khususnya bagi fikih dari Mazhab Syafi'i. Kitab ini termasuk kitab fikih yang menerima pengakuan global dan juga banyak diterjemahkan di seluruh dunia.

Software Bulughul Maram Digital Gratis Lengkap



Sekian terimakasih dan sampai jumpa.

E-Book Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap 8 Jilid (Juz 1 - 30)

Saturday, February 25, 2017 0
E-Book Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap 8 Jilid (Juz 1 - 30) - Ibnu Katsir menulis tafsir Qur'an yang terkenal yang bernama Tafsir Ibnu Katsir. Hingga kini, tafsir Alquran al-Karim sebanyak 10 jilid ini masih menjadi bahan rujukan dalam dunia Islam. Di samping itu, ia juga menulis buku Fada'il Alquran (Keutamaan Alquran), berisi ringkasan sejarah Alquran.

E-Book Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap 8 Jilid (Juz 1 - 30)


Ismail bin Katsir (gelar lengkapnya Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi, Imaduddin Abu Al-Fida Al-Hafizh Al-Muhaddits Asy-Syafi'i) adalah seorang pemikir dan ulama Muslim. Namanya lebih dikenal sebagai Ibnu Katsir. Ia lahir pada tahun 1301 M di Busra, Suriah dan wafat pada tahun 1372 M di Damaskus, Suriah.
E-Book Terjemah Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia Lengkap 8 Jilid (Juz 1 - 30)

Ibnu Katsir memiliki metode sendiri dalam bidang ini, yakni:
  1. Tafsir yang paling benar adalah tafsir Alquran dengan Alquran sendiri.
  2. Selanjutnya bila penafsiran Alquran dengan Alquran tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan dengan hadis Nabi Muhammad, sebab menurut Alquran sendiri Nabi Muhammad memang diperintahkan untuk menerangkan isi Alquran.
  3. Jika yang kedua tidak didapatkan, maka Alquran harus ditafsirkan oleh pendapat para sahabat karena merekalah orang yang paling mengetahui konteks sosial turunnya Alquran.
  4. Jika yang ketiga juga tidak didapatkan, maka pendapat dari para tabiin dapat diambil.

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 (Al-Fatihah - Al-Baqarah) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 (Juz 1 - 3)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2 (Ali-Imran - An-Nisaa) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 2 (Juz 3 - 6)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 (Al-Maidah - Al-A'raaf) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 (Juz 6 - 9)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4 (Al-Anfaal - Ibrahim) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 4 (Juz 9 - 13)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5 (Al-Hijr - Al-Mu'minuun) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 5 (Juz 14 - 18)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 (An-Nuur - Yaasiin) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 (Juz 18 - 23)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7 (Ash-Shaaffaat - Ar-Rahmaan) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7 (Juz 23 - 27)

Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 (Al-Waaqi'ah - An-Naas) Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 (Juz 27 - 30)


Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga E-Book diatas bisa menjadi sebuah rujukan anda dalam memahami ayat-ayat al-Quran. Sekian terimakasih dan sampai jumpai lagi pada postingan selanjutnya.


Jadwal Terbaru Shalawat Habib Syekh Bulan Februari 2017

Saturday, February 25, 2017 0
Jadwal Terbaru Shalawat Habib Bulan Syekh Februari 2017 - Salam sejahtera selalu para pecinta Rasulullah. Ada sebuah kabar gembira bagi anda para penggemar shalawat yang dilantunkan oleh Habib Syekh. Kali ini saya akan membagikan jadwal bulanan konser yang saya dapatkan dari situs Syekhermania.


Jadwal Terbaru Shalawat Habib Syekh Februari 2017

JADWAL SYEKHERMANIA FEBRUARI 2017 M.
MAJLIS SHOLAWAT “AHBAABUL MUSTHOFA”
BERSAMA: AL-HABIB SYEKH ASSEGAF (SOLO)

Kamis | 02 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“MADURA JATIM BERSHOLAWAT”

Jum’at | 03 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“SIDOARJO JATIM BERSHOLAWAT”

Ahad Pagi | 05 Februari 2017 M.
“SRAGEN JATENG BERSHOLAWAT”

Senin | 06 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“METESEH SEMARANG BERSHOLAWAT”

Rabu | 08 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT”
DI GEDUNG “BUSTANUL ‘ASYIQIN” SOLO

Kamis | 09 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“UNY YOGYAKARTA BERSHOLAWAT”
 

Sabtu | 11 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“KRAPYAK YOGYAKARTA BERSHOLAWAT”

Senin | 13 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“PURBALINGGA JATENG BERSHOLAWAT”

Selasa | 14 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“PURWOKERTO JATENG BERSHOLAWAT”

Rabu | 15 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT”
DI GEDUNG “BUSTANUL ‘ASYIQIN” SOLO

Kamis | 16 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“SAMBOJA KALTIM BERSHOLAWAT”

Senin | 20 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“SUKOHARJO JATENG BERSHOLAWAT”


Selasa | 21 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“YOGYAKARTA BERSHOLAWAT”

Rabu | 22 Februari 2017 | 19.30 WIB.
“RUTINAN AHBAABUL MUSTHOFA PUSAT”
DI GEDUNG “BUSTANUL ‘ASYIQIN” SOLO

Jumat – Selasa | 24 – 28 Februari 2017 M.
“TAIWAN BERSHOLAWAT”





Demikian atas informasinya, semoga bermanfaat. Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa langsung menuju situs resmi Syekhermania. Terimakasih dan sampai jumpa lagi.

Inilah 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Pengobatan

Saturday, February 25, 2017 0
Inilah 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Pengobatan - Tanaman kelor adalah tanaman yang mudah tumbuh dan tidak sulit untuk merawatnya. Daunnya sangat bermanfaat untuk kesehatan dalam pengobatan berbagai macam penyakit. Daun kelor digunakan sebagai pengobatan herbal yang efektif.

Inilah 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Pengobatan

Selain itu, daunnya juga dapat untuk dimasak sebagai campuran sup. Sejak zaman dahulu, daun kelor sudah digunakan sebagai alternatif pengobatan. Vitamin A dan C serta potasium yang ada dalam daun kelor sangat baik untuk tubuh.

Manfaat Daun Kelor Untuk Pengobatan


Berikut ini beberapa manfaat dari daun kelor sebagai pengobatan seperti kesehatan kulit, mencegah diabetes maupun mencegah kanker.

1. Menyehatkan Kulit

Vitamin A dan C yang banyak sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit serta dapat mampu mencegah munculnya jerawat dan membuat kulit menjadi halus.

2. Mencegah Diabetes

Tidak hanya menyehatkan kulit, ternyata daun kelor juga mampu mengurangi kadar gula darah dalam tubuh yang berguna untuk mengurangi resiko untuk terkena diabetes melitus. Zat insulin juga dapat didapatkan dari daun kelor.

3. Menyembuhkan Penyakit Mata

Daun kelor juga kaya akan vitamin A yang mampu membantu fungsi mata menjadi sehat dan jernih. Dan juga dapat menyembuhkan penyakit mata dengan cara mengkonsumsinya secara langsung atau dengan cara merebusnya dengan air, kemudian usapkan pada mata yang sakit hingga sembuh.

4. Mencegah Kanker

Zat antioksidan dan potasium yang ada dalam dau kelor mampu memperlambat sel kanker, bahkan hingga memusnahkan sel kanker dalam tubuh.

5. Mengobati Rematik

Selain dapat mencegah kanker, daun kelor juga mampu mencegah dan menyembuhkan penyakit rematik dan asam urat pada sendi.

Demikian informasi tentang manfaat daun kelor yang sangat berperan bagi kesehatan tubuh. Untuk lebih lanjut, bisa langsung berkonsultasi kepada dokter terdekat tentang manfaat daun kelor.

Tumbal Dan Sesajen Menurut Pandangan Islam

Saturday, February 25, 2017 0
Tumbal Dan Sesajen Menurut Pandangan Islam - Tumbal dan sesajen sudah menjadi tradisi yang melekat di masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Tidak mengherankan bahwa fenomena tersebut lazim sekali ditemui di masyarakat Jawa, karena hal itu di dasari oleh keyakinan-keyakinan nenek moyang terdahulu yang mayoritas menganut animisme dan dinamisme. Namun sejak masuknya agama Islam di tanah Jawa yang di tandai dengan kedatangan para walisongo, tradisi-tradisi itupun sedikit demi sedikit mulai dirubah dan dihilangkan karena termasuk hal-hal yang dilarang oleh syariat Islam dan termasuk dosa besar, yaitu syirik.
Tumbal Dan Sesajen Menurut Pandangan Islam


Di sisi lain, sampai saat ini masih ada segelintir masyarakat awam yang beragama Islam, namun masih saja melaksanakan tradisi tersebut. Oleh karena itu bagaimana solusi untuk mengatasi hal tersebut ? Dalam memberikan solusi, sebaiknya tidak langsung melarang secara keras dan menghentikan tradisi tersebut secara tiba-tiba, karena hali itu bisa menyebabkan keresahan dan penolakan dari masyarakat yang bersangkutan, namun menghentikannya secra bertahap atau dengan merubah tradisi yang demikian menjadi tradisi yang tidak betentangan dengan syariat Islam.

Sekilas Tentang Tumbal dan Sesajen

Dalam kamus bahasa Indonesia, tumbal dikatakan sebagai sesuatu yang digunakan untuk menolak penyakit, tolak bala’, dan sebagainya. Sedangkan sesajen merupakan makanan atau bunga-bungaan dan sebagainya yang disajikan kepada makhluk halus.
Tumbal dalam prakteknya lebih khusus atau identik dengan sesembelihan, sedangkan sesajen biasanya berbentuk makanan yang siap dihidangkan. Sesajen merupakan warisan nenek moyang yang iasa dilakukan untuk memuja para dewa, roh tertentu atau penunggu tempat yang mereka yakini dapat mendatangkan keberuntungan dan menolak kesialan. Misalnya upacara menjelang panen yang mereka persembahkan kepada dewi sri (dewi padi dan kesuburan), upacara nglarung (membuang kesialan di laut).

Adapun tumbal dilakukan dalam bentuk sesembelihan. Misalnya menyembelih ayam dengan ciri-ciri khusus untuk menyebuhkan penyakit atau untuk menolak kecelakaan, menyembelih sapi atau kerbau lalu kepalanya ditanam ke dalam tanah yang diatasnya akan dibangun sebuah gedung atau proyek, dengan harapan proyek tersebut berjalan dengan lancar.



 











Pada prinsipnya, sesajen dan tumbal merupakan aktifitas persembahan sesuatu kepada makhluk halus dengan harapan agar yang diberi persembahan tidak mengganggu atau mencelakai.

Dengan tanpa mengurangi rasa hormat kepada para sesepuh di berbagai daerah, tumbal dan sesajen masuk dalam daftar sesuatau yang dilarang dalam syariat Islam, karena mengandung beberapa masalah yang memang pada dasarnya dilarang dalam syariat, diantaranya:


Meminta perlindungan dan hajat yang berdasarkan atas keyakinan bahwa roh dan jin bisa mendatangkan kemanfaatan dan menyebabkan kesialan tanpa peran Allah.

Islam menjelaskan, manfaat dan madharat hanya berasal dari Allah
, tidak ada satu makhluk pun yang bisa memberikan manfaat dan menghilangkan madharat kecuali dengan izin Allah.[1]
Hal ini s
esuai dalam firman-Nya QS. Yunus: 106 – 107.
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
 Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dari ayat diatas dapat disimpulkan  bahwasanya hanya Allah semata yang mendatangkan manfaat dan menghilangkan madharat. Tidak satupun makhluk yang mampu melakukannya kecuali atas izin Allah.[2]


Mengalokasikan makanan dan harta benda tanpa alasan yang tidak dapat dibenarkan oleh syariat Islam.

Hal ini sebagaiman
a dalam firman Allah dalam QS. Al-Isra: 27
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
 Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
Penyia-nyian harta terdapat juga dalam hadits Rasulullah saw. yang berbunyi sebagai berikut:
حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْمُسَيَّبِ عَنْ وَرَّادٍ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
Telah menceritakan kepada kami Sa'd bin Hafsh telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Manshur dari Al Musayyib dari Warrad dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta.“
(Kitab Shahih Bukhari Bab Adab No. Hadits 5518)

Rasulullah
- Al Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir - Warrad - Al Musayyab bin Rafi’ - Manshur bin Al Mu’tamir - Syaiban bin ‘Abdur Rahman - Sa’d bin Hafsh

Al Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir
Kalangan              : Sahabat
Kunyah                : Abu ‘Isa
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        : 50 H
Komentar            : Sahabat

Warrad
Kalangan              : Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan
Kunyah                : Abu Said
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        :
Komentar             : Adz Dzahabi mengatakan Tsiqah

Al Musayyab bin Rafi’
Kalangan              : Tabi’ut kalangan biasa
Kunyah                : Abu Al ‘Alaa’
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        : 105 H
Komentar             : Adz Dzahabi mengatakan Hujjah

Manshur bin Al Mu’tamir
Kalangan             : Tabi’ut (tidak jumpa Sahabat)
Kunyah                : Abu ‘Ittab
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        : 132 H
Komentar             : Abu Hatim mengatakan Tsiqah

Syaiban bin ‘Abdur Rahman
Kalangan             : Tabi’ut Tabi’in kalangan tua
Kunyah                : Abu Mu’awiyah
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        : 164 H
Komentar            : Adz Dzahabi mengatakan Hujjah

Sa’d bin Hafsh
Kalangan             : Tabi’ut Atba’ kalangan tua
Kunyah                : Abu Muhammad
Negeri Hidup       : Kufah
Tahun Wafat        : 215 H
Komentar            : Ibnu Hajar mengatakan Tsiqah

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ وَرَّادٍ مَوْلَى الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ وَوَأْدَ الْبَنَاتِ وَمَنَعَ وَهَاتِ وَكَرِهَ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Asy-Sya'biy dari Warrad, maula Al Mughirah bin Syu'bah dari Al Mughirah bin Syu'bah berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak wanita hidup-hidup dan serta membenci kalian dari qiila wa qala (memberitakan setiap apa yang didengar), banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta".
(Kitab Shahih Bukhari Bab Larangan Dari Menyia-nyiakan Harta No. Hadits 2231)

Rasulullah - Al Mughirah bin Syu’bah - Warrad - Asy-Sya’biy - Manshur - Jarir - Utsman

Al Mughirah bin Syu’bah bin Abi ‘Amir
Kalangan               : Sahabat
Kunyah                 : Abu ‘Isa
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         : 50 H
Komentar             : Sahabat

Warrad
Kalangan               : Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan
Kunyah                 : Abu Said
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         :
Komentar             : Adz Dzahabi mengatakan Tsiqah

Amir bin Syarahil
Kalangan               : Tabi’in kalangan pertengahan
Kunyah                 : Abu ‘Amru
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         : 104 H
Komentar             : Adz Dzahabi mengatakan Hujjah

Manshur bin Al Mu’tamir
Kalangan               : Tabi’ut (tidak jumpa Sahabat)
Kunyah                 : Abu ‘Ittab
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         : 132 H
Komentar             : Abu Hatim mengatakan Tsiqah

Jarir bin Abdul Hamid bin Qarth
Kalangan               : Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan
Kunyah                 : Abu Abdullah
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         : 188 H
Komentar             : Abu Hatim mengatakan Tsiqah

Utsman bin Muhammad bin Ibrahim bin Utsman
Kalangan               : Tabi’ut Atba’ kalangan tua
Kunyah                 : Abu Hasan
Negeri Hidup        : Kufah
Tahun Wafat         : 239 H
Komentar             : Adz Dzhabi mengatakan Hafizh

Imam at-Thabari dalam tafsirnya menyatakan bahwa yang dimaksud pemborosan dalam ayat tersebut adalah orang yang mengalokasikan hartanya untuk maksiat kepada Allah.[3] Dan terkait dengan hadits diatas, Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa ada beberapa pendapat berkenaan dengan apa yang dimaksud dari Idha’atu al-Mal, diantaranya sebagai berikut: 
1. Berlebihan dalam men-tasarufkan harta.
2. Men-tasarufkan harta kedalam hal-hal yang diharamkan. 
3. Men-tasarufkan harta kedalam hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh syariat Islam 
 

Solusi Bijak

Dengan menhilangkan sisi-sisi yang dilarang syariat dan mengubahnya dengan hal-hal baik. Solusi tersebut telah diberikan oleh wali songo dengan mengubahnya menjadi selametan. Keyakinan yang berbau animisme dan dinamisme dirubah menjadi keyakinan yang Islami dengan cara memasukkan doa yang hanya ditujukan kepada Allah semata.
Doa tersebut berisikan memohon agar selalu diberi keberkahan dalam segala hal dan memohon agar selalu dilindungi dari segala marabahaya.

Sedangkan untuk menghilangkan sisi penyia-nyiaan harta yang dialarang oleh syariat, wali songo merubahnya dengan upaya mensedekahkan makanan kepada warga sekitar, sehingga makanan tersebut bermanfaat dan statusnya menjadi sedekah.

Perubahan inipun selaras dengan tujuan awal dari tradisi yaitu agar mendapat keberkahan dan dijauhkan dari segala marabahaya, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh berbagai hadits Rasulullah.

(حديث مرفوع) حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْعَبَّاسِ ، ثنا جُبَارَةُ بْنُ الْمُغَلِّسِ ، ثنا حَمَّادُ بْنُ شُعَيْبٍ ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ ، عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ ، عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِينَ بَابًا مِنَ الشَّرِّ " 
“Sedekah dapat menutup tujuh puluh pintu kejelekan (petaka).”
Hadits ini marfu’ yaitu setiap hadis yang dinisbahkan kepada Nabi saw, baik perkataan, pekerjaan, taqrir (ketetapan) atau sifat.
(Kitab at-Targhib fi Fadhai’ilil A’mal li Ibni Syahin, Babu Fadhli ash-Shadaqat No. Hadits 384)

Rasulullah - Rafi’ bin Khadij - Abayah bin Rifa’ah - Said bin Masruq - Hammad bin Syuaib - Jubarah bin Mughallis - Ja’far bin Muhammad bin Abbas

Rafi’ bin Khadij
Kalangan                     : Sahabat
Kunyah                       : Abu Abdullah
Negeri Hidup             : Madinah
Tahun Wafat               : 73 H
Komentar                    : Sahabat

Abayah bin Rifa’ah bin Rafi
Kalangan                     : Tabi’in kalangan pertengahan
Kunyah                       : Abu Rifa’ah
Negeri Hidup             : Madinah
Tahun Wafat               :
Komentar                    : Adz Dzahabi mengatakan Tsiqah

Said bin Masruq
Kalangan                     : Tabi’in tidak Sahabat
Kunyah                       : Abu Sufyan
Negeri Hidup             : Kufah
Tahun Wafat               : 127 H
Komentar                    : Adz Dzahabi mengatakan Tsiqah

Hammad bin Syuaib
Kalangan                     :
Kunyah                       : Abu Syuaib
Negeri Hidup             : Kufah
Tahun Wafat               :
Komentar                    : Abu Zar’ah mengatakan Dha’if

Jubarah bin Mughallis
Kalangan                     :
Kunyah                       : Abu Muhammad
Negeri Hidup             : Kufah
Tahun Wafat               :
Komentar                    : Adz Dzahabi Dha’if

Ja’far bin Muhammad bin Abbas
Kalangan                     :
Kunyah                       : Abu Qasim
Negeri Hidup             : Baghdad
Tahun Wafat               :
            Komentar                    : Ad Daruquthni mengatakan Laa Yusawi Syai’an

Selanjutnya berkenaan dengan penyembelihan hewan, ketika dalam menyembelih niatnya semata karena Allah dan agar dijauhkan dari kejahatan jin-jin yang biasa mengganggu manusia. Namun jika sebaliknya maka hal tersebut tidak diperbolehkan.[4] 
Uraian diatas memberi kesimpulan bahwa tradisi tumbal dan sesajen tidak selaras dengan tuntunan syariat Islam, akan tetapi bisa dilestarikan dengan mengganti keyakinan serta prosesi dengan hal-hal yang bernilai Islami.
 

Kesimpulan

Manfaat dan madharat secara hakikat semua berasal dari Allah, artinya tidak boleh memiliki keyakinan bahwa jin, penunggu dan sejenisnya dapat memberikan manfaat adan kemadharatan.
Untuk menolak bala dan mengharap keberkahan sebaiknya dengan menggelar tasyakuran yang selaras dengan tuntunan syariat.
Tradisi sesajen dan tumbal tidak dapat dibenarkan, sedangkan solusi maslah ini adlah mengganti prosesi dengan selametan yang diisi dengan berdoa kepada Allah dan aneka ragam makanan di sedekahkan.


DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an
Maktabah Syamilah
Kitab Hadits 9 Imam
Mausu’ah
As-Sayyid Muhammad Ibn ‘Alawi Al-Maliki, Mafahim Yajibu An-Tushahhaha. Malang: Maktabah Ash-Shafwah, tt.
Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath AL-Bari Juz 10. Lebanon: Dar Al-Kutub, 2003.
Abu Ja’far Muhammad Ibn Jarir Ath-Thabari, Tafsir Ath-Thabari. Tp: Maktabah Dar Al-Hijr, tt.
Al-Malibari, Syaikh Zainuddin Ibn Abdul Aziz asy-Syafi’I, Fath al-Muin Ma’a I’anah ath-Thalibin, Juz 2. Lebanon: Maktabah Dar al-Fikr,tt.



[1] As-Sayyid Muhammad Ibn ‘Alawi Al-Maliki, Mafahim Yajibu An-Tushahhaha. (Malang: Maktabah Ash-Shafwah, tt), 180
[2] Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fath AL-Bari Juz 10. (Lebanon: Dar Al-Kutub, 2003), 500.
[3] Abu Ja’far Muhammad Ibn Jarir Ath-Thabari, Tafsir Ath-Thabari. Maktabah Dar Al-Hijr.
[4] Al-Malibari, Syaikh Zainuddin Ibn Abdul Aziz asy-Syafi’I, Fath al-Muin Ma’a I’anah ath-Thalibin, Juz 2 Maktabah Dar al-Fikr, 349.